Informasi Penyakit Kanker Esofagus

Kanker esofagus

Kanker esofagus merupakan penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan abnormal jaringan epitel pada kerongkongan manapun, Terdapat dua jenis Kanker esofagus, yaitu kanker sel skuamosa dan adenokarsinoma, kanker sel skuamosa terjadi pada sel berbentuk pipih yang membentuk bagian permukaan esofagus dan sedangkan  adenokarsinoma terjadi pada sel yang menghasilkan mukus untuk melumasi makanan lewat esofagus.
Kanker esofagus merupakan kanker yang tidak sering ditemukan di Amerika Serikat. Di tempat lain dunia seperti asia dan beberapa bagian dari afrika, kanker esofagus lebih sering terjadi.

Gejala Kanker Esofagus

Gejala Kanker Esofagus dapat diamati sebagai berikut:
Kesulitan untuk menelan. Gejala ini merupakan yang di sebabkan oleh tumor pada esofagus. Tumor yang muncul menyebabkan penyempitan ruang esofagus sehingga sulit makan dan sulit menelan.
Penurunan berat badan tanpa adanya usaha menurunkan
Nyeri dada berupa tekanan atau terbakar
Gangguan pencernaan
Batuk dan suara parau
Muntah atau muntah pada kondisi yang lebih parah
Nyeri lambung atau merasa terbakar di dada

Apabila anda di diagnosisi dengan barrett's esofagus, suatu kondisi prekanker yang meningkatkan risiko anda mengalami kanker esofagus yang disebabkan karena refluks asam lambung kronik. pada tahap awal kanker esofagus biasanaya tidak akan menunjukkan gejala apapun, sehingga sulit untuk terdeteksi.

Penyebab Kanker Esofagus

penyebab kanker ini belum di pastikan apa penyebab nya, namun berdasarkan studi yang dilakukan di duga penyebab utama terjadinya kanker esofagus adalah mutasi pada DNA dilakukan. Pertumbuhan sel epitel esofagus yang tidak terkontrol dapat menyebabkan terbentuknya tumor pada esofagus dan menyebar ke jaringan lain.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker esofagus adalah sebagai berikut:
  • Minuman alkohol. kebiasaan ini dapat menyebabkan iritasi dan inflamasi pada jaringan epitel esofagus dan inflamasi pada jaringan epitel dapat meningkatkan terjadinya kanker esofagus.
  • Merokok. Rokok mempunyai kandungan toksin dan senyawa berbahaya para rokok yang bisa menyebabkan iritasi pada jaringan epitel esofagus.
  • Obersitas. Pada orang yang mengalami obersitas lebih besar dibanding orang normal dikarenakan penderita ibersitas memiliki risiko terkena penyakit refluks gastro esofagus (GERD) dan esofagus barrett lebih tinggi.
  • Diet. Kurang memakan sayuran dan buah buahan bisa meningkatkan risiko mengalami kanker esofagus.
  • Makan dan minuman panas. sering mengonsumsi makanan atau minuman panas bisa menyebabkan inflamasi dan iritasi pada esofagus, sehingga meningkatkan risiko kanker esofagus.
  • Refluk empedu.
Selain faktor faktor risiko terdapat beberapa penyakit yang berkaitan dengan kanker esofagus. Penyakit-penyakit di bawah ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker esofagus.

Penyakit refluks gastro esofagus merupakan kondisi pelemahan otot pada bagian atas perut yang menyebabkan asam lambung naik ke bagian esofagus.
Esofagus Barrett. penyakit ini terjadi ketika bagian bawah esofagus mengalami perubahan struktur jaringan epitl akibat peradangan kronis yang disebabkan oleh refluks asam lambung.
Achalasia. suatu kondisi yang menyebabkan pelebaran bagian bawah esofagus.
Sindrom peterson-Brown-Kelly. Yaitu kondisi yang langka yang disebabkan kakurangan zat besi dan perubahan struktur mulut serta esofagus.
Tylosis. Yaitu kondisi penyakit kulit yang ditimbulkan secara genetis.

Diagnosa Kanker Esofagus

dokter akan menanyakan seputar riwayat gejala yang dialami pasien, serta serangkaian pemeriksaan tambahan seperti:

endoskopi. Dilakukan nya dengan cara melakukan pengamatan kondisi esofagus mengguanakan tabung tipis telur dengan kamera di bagian ujungnya.
Biopsi. pengambilan sampel jaringan yang dilakuakan bersamaan dengan prosedur endoskopi.
Gastroskopi. jika pasien mengalami kanker esofagus dokter akan melakukan perkiraan derajat penyebaran kanker.

Dari hasil pemeriksaan diatas dapat ditentukan stadium kanker yang dialami oleh penderita, yaitu:
  • Stadium in situ. pada stadium ini sel-sel kanker yang telah menempel di permukaan esofagus namun belum menembus lapisan dalam esofagus.
  • Stadium 1. Pada stadium ini kanker yang telah menembus lapisan pertama esofagus, dan menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya.
  • Stadium 2. Pada stadium ini sel kanker sudah menyebar pada lapisan esofagus yang lebih dalam dan mungkin menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya.
  • Stadium 3. sel kanker yang sudah menyebar pada lapisan esofagus paling dalam dan juga ke organ lain serta kelenjar getah bening sekitarnya.
  • Stadium 4. sel kanker yang sudah menyebar ke berbagai organ di dalam tubuh.
Pengobatan Kanker Esofagus

Pengobatan Kanker Esofagus akan disesuaikan dengan diagnosis dan stadium kanker yang diderita. Jenis-jenis pengobatan untuk kanker esofagus, diantaranya:

1. Pembedahan. dengan dilakukan nya ini untuk menghilangkan jaringan kanker di esofagus dan dapat dilakukan dengan tanpa kombinasi pengobatan lain. Jenis pembedahan sebagai berikut:

Pembedahan untuk menghilangkan tumor kecil
Pembedahan untuk memotong sebagian esofagus.
Pembedahan untuk memotong sebagian esofagus dan bagian atas lambung.

2. EMR. Terdapat metode pemotongan jaringan yang dapat dilakukan untuk mengobati kanker esofagus yaitu mukus reseksi endoskopi atau EMR. Metode ini dilakukan dengan memotong sel kanker pada esofagus melalui endoskopi yang dimasukan lewat mulut sehingga tidak perlu dilakukan pembedahan.

3. Kemoterapi. Untuk mengobati kanker dengan mengguanakan senyawa kimia tertentu untuk membunuh sel kanker. Efek samping yang umumnya muncul dari kemoterapi antara lain: Tidak enak badan, Kehilangan nafsu makan, Penurunan berat badan, Diare, Lelah, Meningkatkan risiko infeksi, Mudah mengalami pendarahan atau memar.

4. Terapi radiasi. Untuk mengobati kanker esofagus dengan menggunakan dinar berenergi tinggi. Radiasi yang digunakan adalah radiasi eksternal atau radiasi yang dilakukan di dalam tubuh dekat jaringan kanker. Efek samping dari terapi radiasi antara lain: Lelah, Sakit atau mengalami kesulitan pada saat menelan, Kerongkongan kering, Kulit menjadi kemerahan, Kerontokan rambut parah.

5. Pengobatan komplikasi kanker esofagus. Dapat dilakukan dengan cara metode sebagai berikut:
-Menghilangkan sembatan esofagus
-Tabung/selang makan. Untuk memasukan makanan langsung ke lambung atau usus tanpa melewati esofagus.

Pencegahan Kanker Esofagus

Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
  • Berhenti merokok. Rokok dapat meningkatkan risiko munculnya kanker esofagus dengan kandungan senyawa toksin di dalam tembakau.
  • Mengurangi dan berhenti konsumsi alkohol. Hendaknya sekarang mengurangi alkohol yang dikonsumsi perhari.
  • Meningkatkan konsumsi buah dan sayur
  • Menjaga berat badan agar tetap seimbang

0 Response to "Informasi Penyakit Kanker Esofagus"

Post a Comment